Categories
Pembelajar

Pentingnya Ciri Khas bagi Pribadi Pembelajar

Saya kadang berselancar ke beberapa blog yang muncul di halaman pertama google. Manarik memang mengamati blog dengan keberagaman tampilan, penyajian hingga bahasa yang dikemas oleh pemiliknya. Ada yang saya amati konsisten bahkan semakin mendalami bidangnya, tapi tidak jarang ada yang berubah karena “terpengaruh” dengan apa yang sudah diterimanya.

Apa seseorang tidak boleh terpengaruh pada orang lain?

Boleh saja. Tapi kesannya aneh melihat seseorang dengan bahasa yang dulunya sopan, kini berubah, hanya karena terpengaruh dengan bahasa marketing kekinian.

Ada sesuatu yang dipaksakan sepertinya dalam sebuah proses pembelajaran yang dicerna apa adanya. Tanpa menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat kita.

Apakah gaya bahasa saya akan berubah? Insaa Allah tidak. Sejak awal memulia profesi menulis saya sudah punya role dalam berbahasa baik secara lisan dan tulisan. Alhamdulillah bahasa ini bisa diterima oleh banyak klien, baik personal hingga perusahaan. Meski memang saya akui untuk setiap bidang klien saya harus kerja keras untuk mempelajarinya.

Jujur, saya tidak merasa bahasa dan kemampuan menulis saya baik, tapi entah kenapa gaya menulis artikel saya kok plek ditiru oleh sebagian orang di blog mereka. Apalagi di cuplikan akhir setiap tulisan saya seperti ini,

“Artikel ini akan terus mengalami penambahan informasi dan data, karena itu jangan pernah bosan untuk berkunjung ke blog kami.”

Redaksi awalnya seperti itu, tapi setelah dimodifikasi akan berubah sesuai redaksi setiap blognya. Tidak masalah, orang boleh meniru saya, tapi saya tidak akan mudah meniru orang lain, karena saya seorang penulis kreatif. Hehehehe…. Peace.

Categories
Pembelajar

20 Hal yang Kebanyakan Manusia Terlambat Belajar dalam Hidup

Apa saja hal-hal yang biasanya terlambat dipelajari oleh manusia? Untuk menjawabnya Anda harus jujur dalam diri atau setidaknya membaca artikel yang saya tulis ini. Coba baca dan resapi, mungkin dari sekian point ada beberapa yang membuat Anda tersenyum sendiri sembari berkata dalam hati,

“Oh iya benar juga ya.” He…..

Ok, apa saja 20 Hal yang Kebanyakan Manusia Terlambat Belajar dalam Hidup itu?

Berikut saya tuliskan,

  1. Kebanyakan orang takut menggunakan imajinasi mereka
  2. Menganggap bahwa impian kita tidak begitu penting bagi orang lain
  3. Teman adalah relative, semua bisa berubah
  4. Potensi diri meningkat seiring bertambahnya usia
  5. Spontanitas adalah awal kreativitas
  6. “menyentuh” alam itu penting
  7. Kebanyakan orang melakukan apa yang meraka tidak sukai
  8. Banyak yang berhenti membaa setelah kuliah
  9. Orang lebih banyak bicara daripada mendengarkan
  10. Kreativitas membutuhkan latihan
  11. Kesuksesan itu relative bagi setiap orang
  12. Jangan salahkan orangtua Anda
  13. Hadapi diri Anda sendiri di pagi hari
  14. Sesuatu yang lebih berasal dari hati
  15. Semakin baik mengenal diri, semakin baik potensi
  16. Setiap orang yang meragukan Anda akan kembali
  17. Anda adalah cerminan 5 orang terdekat Anda
  18. Tentukan apa yang sesuai untuk Anda
  19. Segala sesuatu ada korelasinya
  20. Jadilah diri Anda sendiri

Untuk pembahasan detailnya menyusul ya. Karena artikel ini ditulis sudah jam 23.00. besok saya sambung lagi supaya bisa memberi gambaran yang jelas bagi Anda.

Categories
Pembelajar

Tetap Optimis di Tengah Pandemi

Di awal tahun 2020 mungkin bukan saya, tapi banyak orang yang sangat bersemangat dan yakin bahwa kondisi akan baik baik saja…

Rencana, goal, mimpi-mimpi sudah ditetapkan dengan penuh optimis. Ya, semua akan berjalan baik-baik saja seperti tahun-tahun sebelumnya.

Semua orang berpikir bahwa perjuangan yang telah dilalui tahun sebelumnya sangatlah menyenangkan. Walau tidak mudah tetapi terasa progressnya. Situasi di setiap negara juga menunjukkan hal yang positif. Di Indonesia, setelah pemilu, ekonomi Indonesia cukup baik, salahsatu buktinya travelling berkembang pesat termasuk biaya tiket dan hotel yang terjangkau.

Bagi sebagian orang yang memang suka cari tantangan tempat baru, tentu faktor budget menjadi sangat terbantu.

Selanjutnya, Bulan Februari datang, situasi berubah drastis.Dunia mulai ketakutan dengan adanya sebuah virus di suatu belahan dunia.

Sebulan berselang, Maret, di Indonesia pun ikut mencekam. Semua kegiatan dibatasi, hingga bukan hanya membatasi gerak, tapi juga penghasilan sebagian besar orang di seluruh dunia.

Katanya ini kejadian 100 tahun. Tentu kita akan sulit menemukan referensi bagaimana menghadapi situasi pandemi seperti ini. Kita semua tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Tentu ini adalah suatu tantangan, yakin bahwa selalu ada kesempatan untuk belajar dan terus berkembang

Bersyukur bagu mereka yang punya banyak teman, sahabat, guru yang luar biasa untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, yang mengarahkan diri kita untuk selalu positif.

Entah sampai kapan kondisi ini akan berakhir, yang pasti untuk sekedar bisa survive bahkan berkembang, saat ini dibutuhkan perjuangan keras. Tapi sebagai orang yang terus berpikiran positif, sebenarnya ada beberapa saran yang bisa kita jadikan pelajaran kehidupan menghadapi kondisi saat ini:
.

𝟏. Ketahui Siapa Diri Kita
Berikan waktu pada diri sendiri untuk mengenali diri lebih baik lagi. Cari tahu siapa diri kita, mau kemana, mengapa itu semua penting bagi diri kita?
.

𝟐. Carilah mentor dan grup yang saling mendukung
carilah orang yang akan memaksa diri kita untuk naik kelas, untuk berbagi pengalaman. Tentu tidak mudah menemukan mereka, diperlukan pengabdian dan tidak egois pada diri sendiri.
.

𝟑. Implementasilan Apa yang Anda Pelajari
Kini banyak sekali ilmu ilmu yang bisa kita akses dengan cepat dan mudah di internet. Jangan sampai lupa untuk mempraktekkannya. Jangan kita terlena dengan kata-kata, tapi tidak melakukan apa-apa. Ingat, waktu kita sangat terbatas.
.

𝟒. Rutin Lebih Baik dari Sempurna
Saya sering kali merasa tidak pede, karena selalu ingin sempurna. Tapi kesempurnaan adalah tembok dari kesuksesan. Mulailah dari hal-hal yang kecil, terus perbaiki dan evaluasi.
.

𝟓. Bekerjalah Sesuai Mindset
Pertumbuhan diri kita harus dimulai dari hati. Fokuslah pada hal-hal dalam diri kita untuk menjadi positif. Mulai dengan doa dan niat yang baik, hindari drama di social media, tutup semua celah yang membuat toxic perasaan dan pikiran kita.

Semoga langkah-langkah ini akan membuat perjalanan kita lebih mudah dan dapat melalui masa ini dengan gemilang.

Waktu terbaik untuk memulai adalah kemarin,
waktu terbaik berikutnya adalah saat ini juga !