Fokus pada Profesi Utama

Fokus pada Profesi Utama

Kadang saya terpikir juga begitu berat profesi sebagai penulis. Memang sih fee nya lumayan bagus, tapi beban yang ditanggung juga lumayan. Jasa penulisan tak ubahnya menawarkan hal yang abstrak kepada orang-orang dengan ekspektasi berbeda.

Ya, saya katakan seperti itu karena memang tiap klien mempunyai ekspektasi yang berbeda satu sama lain. Ada yang menyesuaikan dengan budget yang dikeluarkan. Tapi tak jarang yang lebih dari itu. Beruntungnya yang baik hati juga banyak.

Di saat saya merasakan bahwa profesi ini sangat berat, wajar jika saya kadang terpikir, apa sebaiknya saya alih profesi saja?

Misalnya dengan hanya menjadi blogger atau youtuber. Bahkan ada keinginan dulu ingin menjadi pebisnis online dengan mengikuti kelas dropshipper yang tampak terlihat professional.

Tapi apa yang saya dapat jauh dari ekspektasi. Karena itu hanya cara spam yang bisa dilakukan banyak orang. Ya, hanya memberi tool-tool yang semua orang pun bisa memilikinya. Tidak ada yang istimewa dari kelas ini.

Sejak saat itulah saya putar haluan kembali. Menjadikan profesi penulis sebagai profesi uatama saya. Saya harus benar-benar menyukai profesi ini, karena saat pandemi pun profesi ini yang “tahan banting.”

Alhamdulillah hingga saat ini tetap bisa eksis dan terus berkembang dengan bertahap dengan berbagai layanan jasa yang kami ciptakan. Tidak hanya untuk penulisan buku, tapi penulisan dalam media online yang dibutuhkan banyak orang.

Harus tetap bersyukur di tahap ini. Insaa Allah profesi ini akan tetap saya geluti, cintai dan saya akan total di dalamnya.

Bagaimana cara saya untuk tetap mencintai profesi menulis saya ini?

Salahsatunya dengan rutin menulis dan salahsatunya di blog pribadi ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.