Istri Saya Calon Seorang Youtuber

Istri Saya Calon Seorang Youtuber

Saya percaya setiap orang punya passion masing-masing. Misalnya saya, lebih suka membaca buku, dibandinkan melihat video, yang mungkin bagi sebagian besar orang akan lebih mudah untuk dinikmati. Mungkin karena saya adalah seorang penulis, maka dalam proses membaca, sebenarnya saya juga belajar untuk meracik tulisan semenarik mungkin.

Berbeda dengan saya, istri saya sebaliknya. Dia lebih suka menikmati video dibanding membaca tulisan yang panjang. Maka tak heran ia juga lebih suka membuat video dan yang berhubungan dengannya untuk bisa dinikmati. Sebagai contoh adalah youtube saya, Iwan Wahyudi Net, yang sejatinya sudah layak untuk monetisasi, tapi ada kesalahan di alamat verifikasi, hingga iklannya sepertinya tidak akan tayang lagi.

Jujur penghasilan dari youtube tersebut tidak seberapa. Karena sejak awal menayangkan iklan, penghasilannya dalam 6 – 9 bulan kurang dari 300 ribu. Ya, jauh dari harapan dan mungkin anggapan banyak teman-teman saya bahwa saya sudah mendapatkan penghasilan besar dari Youtube. Heheheh belum.

Tapi dari sekian lama perjalanan saya membesarkan youtube tersebut, untuk memenuhi syarat monetisasi, yaitu 1000 subcriber dan 4000 jam tayang, istri sayalah yang ikut   berjibaku di belakang layar. Mulai pembuata thumbnail dan editing beberapa video. Tak jarang dia juga memberi saya saran untuk merubah judulnya.

Ok lah saya anggap chanel youtube pertama ini gagal untuk menndapatkan penghasilan dari iklan, tapi setidaknya saya mendapatkan pelajaran besar, karena darinya saya bisa melihat potensi istri saya. Ya, ia sangat  bersemangat untuk memproduksi video. Maka tidak berlebihan jika selanjutnya saya memberikan dukungan untuk dia menjadi youtuber. Meski gak harus tampil di depan layar, saya berharap passionnya bisa tersalurkan dengan baik. Syukur-syukur jika nanti bisa mendapatkan penghasilan dari itu.

Tak cukup disitu, saya ikutan dia pelatihan untuk membangun chanel youtube, yang isinya hampir sama dengan cara membesarkan blog; bagaimana cara melakukan riset, membuat video dan optimasinya.

Bagaimana responnya?

Alhamdulillah sangat senang sekali. Setidaknya selain menjaga anak-anak kami, sekarang ia punya kegiatan positif lainnya yang sesuai dengan passionnya dan berpotensi untuk mendapatkan penghasilan sebagaimana youtuber lainnya di dunia.

Pelajaran dari tulisan ini adalah saat seseorang diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan passionnya, maka ia akan rela meluangkan lebih banyak waktu untuk melakukannya. Seperti halnya istri saya ini. Jujur selain karena saya melihat potensi ini ada pada dia, cara ini saya lakukan supaya ia bisa mengurangi waktunya untuk menonton drama korea. Syukur-syukur jika nanti bahkan hingga tidak sama sekali.

Jadi lebih baik melakukan kegiatan yang sesuai dengan passioan dan menghasilkan dibanding hanya menghabiskan waktu dengan menonton film, yang bagi sebagian orang mungkin untuk hiburan, tapi kadang malah mengurangi jam istirahat mereka.

Semoga yang membaca artikel ini bisa mendapatkan manfaat dari cerita yang ada dalam keluarga kami. Bagi Anda pasangan yang saat ini sudah bisa bekerja dari rumah. Apakah Anda tahu apa potensi pasangan Anda yang kelak bisa menjadi sumber penghasilan baginya ? selama itu halal dan bisa mengatur waktu, tidak salah untuk melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.