Pentingnya Bahasa yang Sopan dalam Bersosial Media

Sopan Bersosial Media

IwanWahyudi.com – Sopan dalam Bersosial Media. Maaf kali ini saya menulis selain bahasan tentang jasa penulisan dan biografi. Karena ada yang mengganjal di hati saya tentang pergeseran social media yang berlangsung saat ini.

Sepengetahuan saya social media awalnya dibuat untuk berjejaring, menemukan teman yang telah lama tidak bersua di dunia nyata, yang akhirnya bisa terjalin lagi dengan tanpa sengaja dengan adanya social media seperti Fb dan Ig. Tapi pemilik social media selanjutnya memanfaatkan platform jejaring ini untuk beriklan, karena penggunanya sudah merasa nyaman. Jadi orang-orang dengan ketegori tertentu dikumpulkan oleh mereka, dan saat pengguna beriklan, akan mendapatkan akses ke kategori yang sudah dibuat.

Tapi tidak semua pengguna mau beriklan, akhirnya ada yang namanya usaha marketing organic dengan berbagai cara, di Fb mungkin yang marak dengan “pamer screenshot penghasilan” yang kemudian bisa menarik banyak orang untuk mengikuti workshop, baik online maupun offline.

Apakah ini terjadi juga di Linkedin. Iya. Banyak dari pengguna yang memanfaatkan Linkedin untuk meraup peluang dari mendapatkan penghasilan lewat workshop atau course sejenis yang tujannya sama, untuk mendapatkan income.

Linkedin yang notabene merupakan social media bagi para professional ini tentu yang menyediakan coursenya berbeda dengan yang dilakukan di Fb. Bahasanya lebih sopan dan biasanya dengan tema lebih spesifik. Jika ini yang dilakukan sah-sah saja.

BACA JUGA   Marketing dengan Facebook dan Instagram, Seberapa Pentingkah?

Tapi sayangnya tidak semua mereka yang melakukan marketing di Linkedin ini melakukan hal seperti itu. Ada yang masih menggunakan bahasa-bahasa yang kurang sopan, hanya untuk mendapatkan perhatian (baca pengikut). Padahal kita tahu bahwa setiap orang kemampuannya berbeda-beda. Kita yang sudah ahli di satu bidang, tidak sepantasnya untuk merendahkan mereka yang belum atau tidak bisa bidang tertentu, khususnya yang berhubungan dengan cara mendapatkan pekerjaan.

Tidak ada salahnya jika masih banyak orang menggunakan cara konvensional untuk mendapatkan pekerjaan, karena mungkin mereka belum sempat untuk belajar cara mendapatkan pekerjaan yang lebih mudah, misalnya dengan menggunakan tulisan untuk mendeskripsikan keahlian mereka kepada public di Linkedin ini.

Setiap orang punya caranya sendiri. Jika kita akan mengedukasi atau mengajak mereka untuk menjalani cara cerdas mendapatkan pekerjaan pun, sebaiknya dilakukan dengan cara yang sopan. Tidak perlu menggunakan kata, kalimat bahkan tulisan yang merendahkan mereka. Karena bisa jadi mereka yang saat ini kita anggap konvensional dalam bersoasial media, bisa jadi kelak mereka yeng meng-hire kita saat mereka sudah berada di level tertentu di perusahaan.

BACA JUGA   3 Tips Sederhana Menambah Pelanggan Baru Anda

Bagaimana kata-kata yang kurang sopan dalam mendeskreditkan mereka yang belum melakukan keahlian yang biasanya ditawarkan oleh orang yang akan menjual course di Linkedin ?

Ini misalnya :

  • Mengemis pekerjaan
  • Meminta belas kasihan perusahaan
  • dll

Ini sebenarnya juga berlaku bagi mereka yang baru memulai profesi menjadi freelancer dari yang sebelumnya menjadi karyawan. Atas nama fleksibilitas dan kebebasan, mereka sering merendahkan yang masih menjadi karyawan. Tapi mereka akhirnya menyesal, karena di satu titik mereka ternyata harus berurusan dengan perusahaan. Ya, harus diakui bahwa klien potensial freelancer adalah perusahaan, dimana untuk berbagai keperluan mereka juga harus berurusan dengan karyawan perusahaan itu.

Saya sudah menjadi freelancer sejak 2015, jadi sudah hampir 9 tahun saya bekerja dari rumah dengan menjual kemampuan saya menulis. Sejak saat itu juga saya harus tahu memposisikan diri saya yang; bukan karyawan tapi tetap bersikap layaknya karyawan saat datang bertemu klien di perusahaan. Misalnya saya berusaha untuk datang tepat waktu, bahwa minimal 30 menit sebelum waktu yang ditentukan.

 

 

 

 

You May Also Like

About the Author: Iwan Wahyudi

Ini adalah blog pribadi Iwan Wahyudi. Seorang Penulis, blogger, Internet Marketer dan self publisher dengan puluhan karya untuk personal dan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *